• 25 May 2025
  • Masjid Al A'araaf Mulia
  • 0

RESUME KAJIAN

Hikmah Dibalik Kisah Nabi Ibrahim dan Islami bersama Ustad Sukma Maulana, S.Ag., M.Ag
Ahad, 25 Mei 2025

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail merupakan sebuah kisah yang menjadi dasar ibadah Qurban yang dilaksanakan oleh Umat Muslim setiap tahunnya. Kisah tersebut Allah abadikan di dalam Alquran Surah Ash-Shoffat ayat 102-112.

Ayat 102

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ ۝١٠٢

Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” [102]

Penjelasan Ayat:
Ketika Nabi Ismail berusia 7 tahun (pada pendapat yang lain 13 tahun), Nabi Ibrahim mendapat wahyu berupa mimpi dimana ia menyembelih putranya Ismail. Mimpi seoran Nabi adalah kebenaran dari Allah. Ia pun menyampaikannya kepada Ismail dan Nabi Ismail tidak menolak. Ia bersabar dengan perintah tersebut dan menjawab ayahnya dengan jawaban yang lembut.

Ayat 103 – 106

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ ۝١٠٣ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُۙ ۝١٠٤ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَاۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ۝١٠٥ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ ۝١٠٦

Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah), [103] Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim, [104] sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. [105] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. [106]

Penjelasan Ayat:
Ketika Nabi Ibrahim telah siap untuk menyembelih Nabi Ismail, Allah pun berfirman kepada Nabi Ibrahim. Allah memberikan balasan yang setimpal kepada Nabi Ibrahim karena telah membenarkan mimpi tersebut meskipun itu merupakan suatu ujian yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim.

Ayat 107 – 109

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ ۝١٠٧ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَۖ ۝١٠٨ سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ۝١٠٩

Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar. [107] Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian, [108] “Salam sejahtera atas Ibrahim.” [109]

Penjelasan Ayat:
Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembeli Ismail, ternyata pisau yang digunakan tidak bisa menyembelih Nabi Ismail. Pada akhirnya Allah menurunkan wahyu-Nya dimana Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba dari surga. Domba yang sama yang disembeli oleh putra Nabi Adam, Habil.

Ayat 110 – 112

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ۝١١٠ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ ۝١١١ وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ ۝١١٢

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. [110] Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. [111] Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh. [112]

Penjelasan Ayat:
Dari kisah tersebut Allah menunjukkan sebuah balasan bagi orang yang berkorban untuk kebaikan dengan niat ikhlash karena Allah. Sebagaimana Nabi Ibrahim dijanjikan sebagai orang yang mukmin dan dikarunia seorang putra yang akan menjadi nabi yaitu Ishaq. Maka Allah Maha Adil dan Maha Baik kepada siapa yang berbuat kebaikan.

Seseorang yang mengorbankan sesuatu yang ia cintai karena Allah, maka ia akan mendapatkan ganjaran yang sama dengan yang ia kurbankan.

Link Rekaman Kajian : https://youtu.be/Gx_W1G4CmT0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *