• 4 August 2025
  • Masjid Al A'araaf Mulia
  • 0

Amal Yang Disukai Allah Ternyata Nggak Ribet bersama Ustad Muhammad Verdi Talenta
Ahad, 3 Agustus 2025

Dalam setiap langkah kehidupan seorang Muslim, tujuan utama adalah meraih cinta dan keridaan Allah SWT. Ada beragam amalan yang jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah, dapat mendekatkan kita kepada-Nya dan menjadikan kita hamba yang dicintai. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai beberapa amalan mulia tersebut:

1. Amalan yang Berkelanjutan Meskipun Sedikit

Salah satu prinsip utama dalam beribadah adalah konsistensi. Allah SWT sangat mencintai amalan yang dilakukan secara terus-menerus, bahkan jika jumlahnya terbilang kecil. Ini menunjukkan kesungguhan hati dan komitmen seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Amalan yang sedikit namun rutin jauh lebih baik daripada amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.

Sebagai contoh, menyisihkan sebagian kecil rezeki setiap hari atau setiap minggu untuk sedekah atau infak, meskipun dalam jumlah yang tidak seberapa, asalkan dilakukan secara konsisten, akan menjadi bekal yang sangat berharga. Demikian pula dengan puasa sunah seperti Puasa Senin Kamis. Jika dilakukan secara istiqamah selama bertahun-tahun, amalan kecil ini dapat mengantarkan seorang hamba pada kecintaan dan keridaan Allah yang tak terhingga. Ini mengajarkan kita bahwa kualitas dan keberlangsungan amalan lebih penting daripada kuantitas semata.

2. Dzikir “Subhanallahi wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim”

Ada sebuah dzikir yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu “Subhanallahi wa Bihamdihi Subhanallahil Adzim” (Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung). Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dzikir ini sangat ringan di lisan, namun memiliki bobot yang sangat berat dalam timbangan amal di sisi Allah, dan sangat dicintai oleh-Nya.

Dzikir ini sering kita dengar dibaca dalam tradisi tahlilan setelah kalimat “Lailahaillallah.” Namun, anjuran untuk mendawamkan dzikir ini berlaku kapan saja. Meskipun hanya diucapkan 10 kali atau bahkan 2 kali sehari, ia memiliki bobot pahala yang besar di sisi Allah. Oleh karena itu, mari kita biasakan lisan kita untuk senantiasa basah dengan dzikir yang penuh berkah ini.

3. Setiap Kebaikan dan Keburukan Sekecil Zarah Akan Dibalas

Konsep keadilan ilahi ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Az-Zalzalah ayat 7 dan 8: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihatnya pula.” Zarah di sini diartikan sebagai partikel terkecil, bahkan lebih kecil dari biji sawi atau atom.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa tidak ada satu pun perbuatan, sekecil apapun itu, yang luput dari catatan Allah. Setiap kebaikan akan mendapatkan balasan, dan setiap kejahatan juga akan diperhitungkan. Oleh karena itu, jika kita merasa banyak dosa dan kesalahan, sebaiknya segera menambal perbuatan buruk dengan amalan baik. Dzikir adalah salah satu cara efektif untuk menghapuskan kesalahan dan menumbuhkan kebaikan dalam diri.

4. Senyum Adalah Sedekah

Senyum adalah bentuk sedekah yang paling mudah dan tidak membutuhkan modal finansial. Hadis riwayat Tirmidzi menyebutkan bahwa “senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” Ini berarti bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak bersedekah, bahkan bagi mereka yang mungkin tidak mampu secara finansial.

Senyum dapat membahagiakan orang lain, mencerahkan suasana, dan menunjukkan raut wajah yang gembira, yang merupakan amal yang sangat diterima oleh Allah. Melalui senyuman, kita tidak hanya menyebarkan kebaikan kepada sesama, tetapi juga menunaikan salah satu bentuk ibadah yang dicintai oleh Allah SWT.

5. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kalamullah, petunjuk hidup bagi umat manusia. Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang mendatangkan pahala berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi 10.” Sebagai contoh, membaca “Alif Lam Mim” akan mendapatkan 30 kebaikan, karena setiap hurufnya dihitung sebagai 10 kebaikan.

Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk tidak malas membaca Al-Qur’an dan tidak hanya membukanya saat Ramadan atau acara-acara tertentu saja. Penting untuk merutinkan membaca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya satu halaman atau bahkan satu ayat, asalkan dilakukan secara istiqamah.

6. Menjaga Wudu

Menjaga wudu adalah amalan yang mungkin terlihat sederhana, namun memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Hadis riwayat Ibnu Majah menyebutkan bahwa “tidak ada yang menjaga wudu kecuali orang beriman.” Ini menunjukkan bahwa menjaga wudu adalah salah satu ciri khas orang-orang yang beriman dan mendekatkan diri kepada Allah.

Menjaga wudu adalah perkara kecil yang mendatangkan kecintaan Allah. Bahkan, ada kisah-kisah ulama atau orang saleh yang wafat dalam keadaan berwudu, menunjukkan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya dan keinginan-Nya untuk mencabut nyawa mereka dalam keadaan suci. Menjaga wudu adalah bentuk kesucian lahir dan batin yang dicintai oleh Allah SWT.

Ini adalah rekaman kajian Amal Yang Disukai Allah Ternyata Nggak Ribet yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Verdi Talenta.

Link Rekamam Kajian : https://youtu.be/t_MlD35ilAc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *