RESUME KAJIAN
Sebab Berkaratnya Hidayah bersama Ustad Farid Pradipta
Ahad, 23 Februari 2025
Allah itu adalah Maha Pemberi dimana Allah mempunyai Asma Al-Mu’thi dan Al-Wahhab.
- Al-Mu’thi adalah Allah memberikan apa yang kita minta sesuai dengan kebaikan kita. Seperti kita minta motor baru, minta handphone baru dan lain-lain
- Al-Wahhab adalah Allah memberikan apa yang kita butuh dan berkelanjutan meskipun kita tidak memintanya, seperti bernafas termasuk hidayah atau petunjuk. Kita membutuhkannya namun kita lalai dan tidak pernah memintanya
Ada sebuah cerita yang diabadikan oleh Allah di dalam Alquran Surah Al-Maidah 83
وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
“Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad).“
Asbabun Nuzul ayat tersebut adalah ketika Raja Habasyah mengirimkan 12 utusannya untuk bertemu Rasulullah di Madinah. Mereka menyampaikan amanah dari raja dan Rasulullah menerimanya kemudian membacakan mereka sebuah ayat Alquran. Ketika mereka mendengarkan ayat tersebut, mereka meneteskan air mata. Meneteskan air mata tersebut diabadikan oleh Allah di dalam Alquran.
Air mata memiliki hisab sebagaimana bagian tubuh yang lain. Maka kita harus memanajemen air mata yang keluar dari mata kita. Terdapat tiga jenis air mata yang harus kita pahami.
- Air mata fitrah, ketika kita kehilangan sesuatu yang berharga dan ini adalah tangisan yang dibolehkan.
- Air mata niyahah, yaitu meratapi kematian seseorang secara berlebihan dan ini adalah tangisan yang diharamkan.
- Air mata yang keluar dari perkara yang sia-sia dan ini adalah air mata yang tidak diperbolehkan.
- Air mata kemuliaan yang menetes karena iman dan takwa kepada Allah.
Di ayat tersebut, mereka meneteskan air mata karena keimanan dan ketakwaan mereka dan itulah air mata kemuliaan yang dicintai Allah.
Mendapatkan hidayah itu mudah. Namun menjaganya adalah hal yang berat. Maka di akhir ayat Surah Al-Maidah ayat 183, utusan Raja Habasyah mereka berdoa agar dicatatkan bersama dengan orang-orang yang bersaksi atas kebenaran. Maka kita harus banyak berdoa agar selalu diberikan keistiqamahan.
Sebab berkartnya hidayah itu ada dua:
- Sifat sombong yang menyebabkan Allah tidak peduli dengan amal sholehnya seseorang.
Diantara sifat-sifat sombong, terdapat dua sifat sombong yang paling buruk:
• Sombong dengan ilmu
• Sombong dengan ibadah - Menjadi budak dunia
Salah satu ciri-ciri seseorang telah menjadi budah dunia adalah semua aktivitas bahkan ibadah yang ia lakukan itu tujukan untuk mendapatkan dunia.
Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharap adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.”
Maka kita harus menghindarkan diri kita dari sifat budah dunia agar hidaya di dalam hati kita tetap terjaga. Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
اَللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا
“Ya Allah, Janganlah Engkau jadikan dunia (harta dan kemewahan) sebagai cita-cita terbesar kami, jangan juga sebagai tujuan utama dari ilmu kami.”
Link Rekaman Kajian : https://youtu.be/MSpnrQ_W558












































